Bentuk Arsitektur Asli Indonesia

Membicarakan mengenai arsitektur lokal asli Indonesia, pasti yang terlintas di pikiran kita adalah sebuah rumah adat atau bangunan yang bersejarah. Bentuknya yang unik menjadi simbol peradaban, yang merupakan ciri khas arsitektur asli Tanah Air. Namun layaknya bahasa yang mengalami perkembangan, arsitektur pun juga telah berkembang. Masuknya budaya dan kultur luar, mempengaruhi gaya dan bentuk bagunan yang kini telah berubah. Hanya saja, perubahan dari segi bentuk bangunan telah terjadi sejak lama.

Bentuk Asli Bangunan Indonesia

Sebagai salah satu contoh yakni Candi yang merupakan peninggalan budaya Hindu-Budha, atau bangunan peninggalan penjajah baik dari bangsa Portugis, maupun Belanda yang mengadaptasi dari negara asalnya. Lalu, apakah bangunan tersebut termasuk dalam bentuk arsitektur Indonesia?

Candi

Nah, menanggapi hal tersebut, Ahmad Djuhara yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menjelaskan bahwa yang dapat dikatakan arsitektur Indonesia adalah segala bentuk bangunan yang dibuat di Tanah Air, dan demi kepentingan masyarakat Indonesia. Meski hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai resmi bangunan asal Indonesia.

Sehingga berdasarkan data tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa semua bangunan yang didirikan di bangsa ini, adalah arsitektur asli Indonesia. Tetapi apakah semua bangunan tersebut merupakan asli bangunan lokal? Tentunya belum. Maka dari itu, untuk mengetahui arsitektur Indonesia, simak pembahasan berikut ini!

Bentuk Asli Bangunan Indonesia

Bentuk Asli Bangunan Indonesia

Bangunan yang berdiri di Tanah Air kita ini belum dapat dikatakan sebagai bangunan asli Indonesia, lantas bentuk seperti apa yang merupakan bangunan asli Indonesia, yang menjadi budaya dan juga lokalitas bangsa?

Djuhara menjelaskan bahwa arsitektur itu lebih spesifik ke sebuah tempat, lantaran budaya yang terletak di masing-masing tempat berbeda. Dan hal tersebut menyesuaikan dengan iklim, serta pula keadaan sosial di wilayah masing-masing.

Ia melanjutkan bahwa arsitektur lokal pada umumnya memiliki atap yang berbentuk lancip. Ini lantaran Indonesia terletak di daerah tropis yang dimana memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga sebisa mungkin untuk segara mengupayakan air hujan jatuh ke tanah secepat mungkin.

Rumah adat juga banyak yang berbentuk panggung. Adapun alasannya lantaran mayoritas penduduknya bercocok tanam atau bertani. Maka bagian kolong pada rumah panggung dipergunakan sebagai tempat penyimpanan perlengkapan maupun juga hasil tani.

Perkembangan Arsitektur Indonesia

Rumah Minimalis Modern

Seiring berjalannya waktu, Indonesia terus mengalami perkembangan, termasuk juga dari segi arsitektur bangunan. Kultur dan budaya modern yang kerap masuk, dapat mempengaruhi konsep dan bentuk bangunan. Alhasil, arsitektur asli Indonesia kehilangan bentuknya.

Djuhara juga menjelaskan bahwa arsitektur itu adalah tentang identitas dan jati diri suatu bangsa. Jangan mengartikan bahwa sang arsitek lokal tidak ingin mempopulerkan bentuk bangunan asli Indonesia, melainkan konsumen yang lebih menyukai gaya modern.

Lebih dalam lagi, Djuhara menuturkan bahwa arsitekur dapat dilihat sebagai barang dagangan. Namun hal tersebut tidak semuanya, lantaran terdapat beberapa bangunan yang dijadikan sebagai simbol ataupun artefak budaya. Tetapi untuk arsitektur rumah pada umumnya diperjualbelikan.

Bagi yang ingin mengadopsi konsep bangunan luar, maka satu hal yang diperhatikan, yakni letak Indonesia yang berada di iklim tropis. Namun jika tetap ingin menerapkan gaya luar yang modern, sekarang ini sudah banyak teknologi yang diciptakan untuk mengatasi berbagai hal yang dapat menjadi masalah dari menerapkan konsep luar yang memang dinilai kurang sesuai dengan iklim tropis.

Kenali Tema dan Konsep Tempat Tinggal Sebelum Membangun Rumah

Sebuah rumah layaknya dapat menampung berbagai aktivitas para penghuni didalamnya. Selain rumah mampu memenuhi berbagai kebutuhan dan kenyamanan para penghuni, idealnya juga hunian tersebut sesuai dengan keinginan ataupun karakter penghuninya. Hal yang dimaksud ini tak hanya mencakup fungsi akan ruangan didalamnya saja, melainkan juga meliputi bentuk, desain, atribuat, hingga warna dan berbagai elemen yang akan mengisi rumah tersebut. Sebuah rumah yang sesuai dengan karakter dan selera penghuninya, pasti akan terasa nyaman saat menempatinya.

Rumah

Sebelum kamu memasuki tahap perencanaan terlebih membangun sebuah rumah, sebaiknya kamu terlebih dahulu mengetahui dan memiliki daftar untuk hunian yang akan kamu bangun nanti. Daftar ini bisa menyangkut berbagai hal terkait bangunan rumah yang akan kamu bangun, antara lain tema bangunan atau konsep gaya, warna bangunan, dan susunan ruangan serta fungsi dari ruangan-ruangan yang akan dibentuk nanti, ini bertujuan untuk menunjang beragam aktivitas kamu bersama keluarga tercinta. Penyusunan daftar tersebut tentunya harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Lantaran perlakuan arsitek berbeda-beda terhadap posisi lahan bangunan yang akan dibangun nanti. Hal ini akan mempermudahkan arsitek untuk mengerti kebutuhan kamu akan rumah yang dituangkan dalam desain arsitektural bangunan.

Denah

Tema bangunan ini merupakan garis besar dalam menentukan desain rumah. Hal ini begitu bervariasi, dimana tergantung pada selera dan karakter kamu dan tergantung juga pada sang arsitek dalam menginterpretasikannya. Terdapat beberapa tema-tema bangunan yang umum digunakan. Salah satunya yakni arsitektur tropis (arsitektur tropis tradisional maupun kontemporer). Dimana tema tersebut mengambil beberapa aspek desain dari prinsip-prinsip bangunan pada wilayah yang memiliki iklim tropis. Adapun wilayah tropis memiliki beberapa sifat tertentu yang tentu berbeda dengan wilayah lainnya. Sifat-sifat tersebut antara lain kelembapan dan curah tinggi yang dapat dibilang relatif tinggi, pancaran sinar matahari yang dapat membuat radiasi tinggi, dan lain sebagainya.

Desain

Pada umumnya pembuatan desain, interior dan denah mengambil bentuk geometris dan juga unsur garis yang disebut dengan istilah minimalis. Penggunaan material pada hunian minimalis ini mengacu pada sesuatu yang rapi dan bersih, serta kerap kali bernuansakan putih. Tetapi rumah dengan desain serupa akan memberikan nilai-nilai estetis yang menjadi idaman banyak masyarakat.

Terdapat beberapa tema lainnya yang lebih subjektif dan mengarah pada sesuatu bentuk kesukaan tertentu, seperti art deco, klasik, dekonstruksi, dan lain sebagainya. Masing-masing tema tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda terkait produk arsitektur yang diciptakan.

Eksterior

Dalam penentuan tema dan konsep sebuah rumah, tak terlepas dari kehadiran sosok arsitek. Dimana sang arsitek memegang peran penting dalam membantu kamu membangun rumah idaman. Adapun peran sang arsitek antara lain menemukan kesesuaian antara kebutuhan ruangan yang kamu butuhkan, dengan lahan yang tersedia. Menjaga berbagai aspek penting dalam sebuah bangunan. Dengan begitu, sang arsitek dapat menciptakan desain rumah yang nyaman, sehat, dan memiliki karakter sesuai sang penghuni.