Naik Haji atau Membeli Rumah, Mana Yang Lebih Di Dahulukan?

Naik Haji

Dalam menjalani sebuah kehidupan, tentu kita harus memenuhi kebutuhan primer dan juga sekunder. Adapun yang dimaksud dengan kebutuhan primer, yakni sandang berupa pakaian, dan pangan berupa nutrisi baik makanan maupun minuman, serta papan berupa rumah. Dari ketiga tersebut, rumah lah yang sangat penting untuk dipenuhi, lantaran merupakan tempat untuk kita tinggal demi menjaga diri kita dari berbagai pengaruh lingkungan. Memiliki rumah tak perlu banyak, satu saja sudah lebih dari cukup.

Membeli Rumah

Namun di sisi lain, kita yang beragama Islam diwajibkan untuk naik haji jika sudah mampu atau memiliki uang yang cukup untuk menunaikan kewajiban tersebut. Alasannya tentu sudah jelas, bahwa haji merupakan salah satu ibadah yang masuk dalam rukun Islam, dengan catatan bagi mereka yang sudah mampu.

Naik Haji

Lalu muncul pikiran di benak kita semua, manakah yang harus lebih didahulukan, membeli rumah untuk tempat tinggal, atau naik haji demi menunaikan ibadah wajib umat Islam? Mengingat juga kedua hal tersebut merupakan keharusan yang perlu kita penuhi. Jadi, uang yang kita miliki untuk membayar uang muka rumah atau pergi ke Mekkah untuk menunaikan Haji?

Bingung

Hal tersebut tentunya menjadi permasalahan atau polemik sendiri. Di sisi lain, memiliki sebuah rumah merupakan keharusan, namun begitu pula dengan pergi haji yang juga merupakan anjuran wajib. Nah, jika kamu diantara banyak orang yang bingung akan permasalahan tersebut, membeli rumah atau menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, maka tak ada salahnya untuk kamu menyimak penjelasan berikut ini.

Perspektif Agama

Islam

Berdasarkan perspektif agama Islam yang mewajibkan untuk menunaikan ibadah haji, maka kedua hal yakni membeli rumah dan naik haji merupakan sebuah maslahah, yang dimana hal pertama untuk meraih manfaat, dan hal kedua untuk menghindarkan diri dari kemudharatan. Maka jika ada 2 maslahah yang bertabrakan, harus didahulukan maslahah yang dinilai lebih kuat.

Menyediakan sebuah tempat tinggal memang merupakan kewajiban bagi seseorang suami terhadap keluarganya. Namun tempat tinggal tak harus membeli sebuah rumah, bisa berupa warisan, kontrak atau sewa, dan lain sebagainya. Selain itu juga tidaklah berdosa bagi seseorang manusia jika ia tidak memiliki tempat tinggal hingga meninggal dunia.

Berbeda dengan menunaikan haji yang dimana merupakan sebuah kewajiban yang sudah jelas-jelas tertera dalam rukun Islam. Seperti firman Allah di surat Yusuf ayat 57 yang berbunyi “Dan sungguh balasan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa.”

Perspektif Finansial

Finansial

Jika berdasarkan segi keuangan atau finansial, maka membeli rumah merupakan hal yang perlu dilakukan. Lantaran selain untuk tempat tinggal, sebuah rumah juga merupakan nilai investasi terbaik, mengingat harga properti yang selalu meningkat secara signifikan. Tak hanya itu saja, memiliki tempat tinggal adalah sebuah prioritas. Karena dengan begitu, kita tak perlu takut akan harga sewa yang terus meningkat setiap saatnya (jika menyewa rumah untuk tempat tinggal), atau hal yang lain yang dapat membuat keluarga kita terlantar.